ini beberapa potongan cuplikan obrolan saya dan beberapa teman bersama Maristella:
Dialogue #1:
lokasi: Spaghetti House, PP. sekitar bulan
Stella: “emang burung hantu bisa terbang?”
kami:”……………..”
dialogue#2
lokasi: Bioskop. beberapa minggu yg lalu
Stella:”eh, unta sama burung unta itu sama ya?”
Ines:”ya nggak laaah”
Stella:”kenapa namanya sama2 unta sih?”
Ines:”ya nggak tau…..”
beberapa saat kemudian..
Ines:”yang satu disebutnya ostrich,la”
Stella:”Ostrich itu apa??”
Ines:”………….. itu bahasa inggrisnya burung unta………”
Dialogue #3
lokasi: kosan Stella. hari ini.
Gw:”pengen coba foto di pinus deh. cuma tadi lagi renov. abis di jonas tadi berasa buru2…”
Stella:”coba di periplus deh ti, disana katanya anye lebih bagus”
gw:(dalam hati:periplus kan toko buku?) “papyrus maksud lo?”
Stella:(nyengir kuda) “iya maksud gw papyrus. hahahaha.kebalik mulu”
gw:”………….”
dialogue #4
Lokasi: unknown, tanggal beberapa bulan ke belakang
gw:”ayo2 kita ke pantai!”
Stella:”ke batu karas aja ti, lebih bagus!”
gw:”batu karas itu dimana la?”
Stella:”batu karas tuh deket padalarang.”
gw:”ha? deket padalarang? emanga da pantai deket padalarang?”
stella:”eh, deket pengandaran maksud gw. hahahaha”
gw:”…………….”
……………..
cerita2 seperti ini sering terjadi saat saya dan temen2 saya hangout beserta maristella di dalamnya.
keodongan luar biasa ini sudah menjadi ciri khas seorang Stella. da sepertinya tidak bisa sembuh, mungkin diakibatkan oleh usia lanjut.:D
well, meskipun demikian, she’s one of my best friends. momen2 kayak gini yg bikin hidup lebih hidup.
always adore you, Maristella!
-that it will never come again, what makes life so sweet-